Mendefinisikan Ulang Kuliner Asia Modern di Bali ala Chef Yudha Permana
06 October 2025 |
11:44 WIB
Chef Yudha Permana (Sumber Foto: Prefinite)
Yudha Permana, juru masak asal Bali, mendefinisikan ulang masakan Asia modern di dapur YUKI dan Meimei. Kariernya dari koki junior sampai eksekutif chef jadi wujud nyata ungkapan Gordon Ramsay soal kunci menjadi chef hebat: selalu belajar, dan rendah hati untuk menyadari bahwa kita tak pernah tahu segalanya.
Lahir dan dibesarkan di Bali, perjalanan Yudha menuju panggung kuliner internasional merupakan kisah tentang ketekunan dalam ketenangan, serta rasa ingin tahu yang tak pernah padam.
Kariernya dimulai sebagai koki junior yang sigap dan bersemangat. Dia siap mengambil peran apa pun di dapur, mulai dari menyiapkan sayuran hingga mengatur suhu panggangan. Sampai akhirnya, Yudha dipercaya sebagai Executive Chef di YUKI dan Meimei, dua destinasi kuliner terkemuka di bawah naungan Pulau Projects.
Yudha dikenal lewat interpretasinya yang inovatif dalam masakan Jepang modern dan Asia Tenggara. Gaya memasaknya yang minimalis kerap menonjolkan keaslian bahan-bahan segar dan lokal sebagai bintang utamanya. Keahliannya ditempa di berbagai dapur, baik di Indonesia maupun luar negeri, termasuk saat di Kul Kul Jimbaran Bali, Sangsaka Restaurant Bali, dan Mano Beach House Petitenget sebagai Sous Chef.
Baca juga: Profil Fajar Gusti Pangestu yang Jadi Pemenang MasterChef Indonesia Season 12
Setiap pengalaman tersebut meninggalkan pengaruh mendalam pada caranya memahami rasa, presisi, dan penyajian. Pengalaman-pengalaman itu tak hanya memperluas pandangan kulinernya, tetapi juga memperkaya penghormatannya terhadap musim, warisan, serta seni dalam mengendalikan diri.
Adapun di YUKI, salah satu destinasi kuliner terkemuka di Bali yang terinspirasi oleh cita rasa Jepang, Yudha terus menelusuri batas-batas masakan Asia kontemporer. Dia memimpin cabang Canggu dan Uluwatu, dengan visi melampaui sekadar menciptakan hidangan. Dalam artian, dia berupaya menghadirkan pengalaman kuliner yang menyeluruh dengan menggabungkan rasa, konsep, dan cerita di balik setiap menu yang disajikan.
Melalui kolaborasi bersama chef ternama seperti Adam Liston (Shobosho, ShoSho), Ben Williamson (honto), Ross Magnaye (Serai), dan Louis Tikaram (Stanley), Yudha membangun pertukaran ide yang dinamis yang menyatukan warisan dengan modernitas, serta tradisi dengan inovasi.
Tiga tahun setelah bergabung dengan YUKI, Yudha dan tim Pulau Projects memperkenalkan Meimei, restoran yang menampilkan versi modern dari cita rasa berani dan berasap khas barbekyu Asia Tenggara.
Di sini, dia menerapkan filosofi minimalis pada masakan yang dikenal kompleks, dengan fokus terhadap keaslian bahan, ketepatan memanggang dengan arang, serta kesegaran bahan lokal. Hasilnya adalah menu dengan kedalaman rasa dan kelembutan tekstur yang menciptakan perpaduan seimbang antara tradisi dan kehalusan.
Chef Yudha terus mengedepankan bahan-bahan lokal terbaik Indonesia melalui YUKI dan Meimei, misalnya lewat produk hasil laut premium dari Papua dan ikan segar dari Bali. Dia meyakini bahwa makanan memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang.
Pada September lalu, juru masak tersebut memimpin acara spesial di Bar Luca, Jakarta, disusul penampilannya di Serai, Melbourne, pada Oktober. Sebagai sosok utama di balik Pulau Project, dia juga tengah menyiapkan kolaborasi dengan chef ternama asal Inggris untuk memperkuat posisi merek tersebut di kancah internasional.
Bersama para mitranya, Yudha membayangkan Pulau Project berkembang menjadi salah satu grup makanan dan minuman paling berpengaruh di Bali, dengan rencana ekspansi dalam waktu dekat.
Dengan komitmen yang teguh terhadap kualitas, kreativitas, dan kerendahan hati, Yudha Permana bukan hanya membentuk arah baru kuliner Bali, tetapi juga menginspirasi generasi chef berikutnya untuk menghargai akar budaya mereka sambil terus berinovasi.
YUKI adalah restoran bertema Jepang di Bali yang mendefinisikan ulang konsep izakaya tradisional dengan sentuhan modern. Tempat ini memadukan kreativitas, budaya, dan cita rasa istimewa dalam suasana santai namun elegan.
Didirikan oleh Agung Rai Sutama, YUKI mencerminkan warisan Bali melalui perpaduan antara masakan Jepang klasik dan bahan-bahan lokal, menciptakan pengalaman bersantap yang inovatif dan berkesan.
Menunya menawarkan beragam pilihan, mulai dari plant-based sushi yang kreatif hingga hidangan spesial berbasis kayu bakar dengan cita rasa berani. Berlokasi di Canggu dan Uluwatu, YUKI dapat menampung hingga 120 tamu, sehingga menjadikannya tempat ideal untuk pertemuan santai maupun perayaan istimewa. Restoran ini buka setiap hari pukul 11.00 hingga tengah malam.
Sementara Meimei Southeast Asian Barbeque merupakan bintang baru di kawasan kuliner Canggu yang ramai. Restoran ini menawarkan sentuhan berani pada cita rasa khas Asia Tenggara.
Dapur Meimei dipimpin oleh Chef Eksekutif Yudha Permana, yang menghadirkan hidangan kaya rasa dengan teknik memanggang khasnya. Di sisi lain, Windu Tenaya sebagai Beverage Director merancang program koktail yang diracik dengan cermat untuk melengkapi pengalaman bersantap.
Dengan suasana yang hangat dan dinamis, rasa yang autentik, serta pilihan minuman yang menawan, Meimei menjadi destinasi wajib bagi para pecinta kuliner dan koktail. Restoean ini buka setiap hari pukul 17.00 hingga tengah malam.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Lahir dan dibesarkan di Bali, perjalanan Yudha menuju panggung kuliner internasional merupakan kisah tentang ketekunan dalam ketenangan, serta rasa ingin tahu yang tak pernah padam.
Kariernya dimulai sebagai koki junior yang sigap dan bersemangat. Dia siap mengambil peran apa pun di dapur, mulai dari menyiapkan sayuran hingga mengatur suhu panggangan. Sampai akhirnya, Yudha dipercaya sebagai Executive Chef di YUKI dan Meimei, dua destinasi kuliner terkemuka di bawah naungan Pulau Projects.
Yudha dikenal lewat interpretasinya yang inovatif dalam masakan Jepang modern dan Asia Tenggara. Gaya memasaknya yang minimalis kerap menonjolkan keaslian bahan-bahan segar dan lokal sebagai bintang utamanya. Keahliannya ditempa di berbagai dapur, baik di Indonesia maupun luar negeri, termasuk saat di Kul Kul Jimbaran Bali, Sangsaka Restaurant Bali, dan Mano Beach House Petitenget sebagai Sous Chef.
Baca juga: Profil Fajar Gusti Pangestu yang Jadi Pemenang MasterChef Indonesia Season 12
Setiap pengalaman tersebut meninggalkan pengaruh mendalam pada caranya memahami rasa, presisi, dan penyajian. Pengalaman-pengalaman itu tak hanya memperluas pandangan kulinernya, tetapi juga memperkaya penghormatannya terhadap musim, warisan, serta seni dalam mengendalikan diri.
Adapun di YUKI, salah satu destinasi kuliner terkemuka di Bali yang terinspirasi oleh cita rasa Jepang, Yudha terus menelusuri batas-batas masakan Asia kontemporer. Dia memimpin cabang Canggu dan Uluwatu, dengan visi melampaui sekadar menciptakan hidangan. Dalam artian, dia berupaya menghadirkan pengalaman kuliner yang menyeluruh dengan menggabungkan rasa, konsep, dan cerita di balik setiap menu yang disajikan.
Tiga tahun setelah bergabung dengan YUKI, Yudha dan tim Pulau Projects memperkenalkan Meimei, restoran yang menampilkan versi modern dari cita rasa berani dan berasap khas barbekyu Asia Tenggara.
Di sini, dia menerapkan filosofi minimalis pada masakan yang dikenal kompleks, dengan fokus terhadap keaslian bahan, ketepatan memanggang dengan arang, serta kesegaran bahan lokal. Hasilnya adalah menu dengan kedalaman rasa dan kelembutan tekstur yang menciptakan perpaduan seimbang antara tradisi dan kehalusan.
Pada September lalu, juru masak tersebut memimpin acara spesial di Bar Luca, Jakarta, disusul penampilannya di Serai, Melbourne, pada Oktober. Sebagai sosok utama di balik Pulau Project, dia juga tengah menyiapkan kolaborasi dengan chef ternama asal Inggris untuk memperkuat posisi merek tersebut di kancah internasional.
Bersama para mitranya, Yudha membayangkan Pulau Project berkembang menjadi salah satu grup makanan dan minuman paling berpengaruh di Bali, dengan rencana ekspansi dalam waktu dekat.
Dengan komitmen yang teguh terhadap kualitas, kreativitas, dan kerendahan hati, Yudha Permana bukan hanya membentuk arah baru kuliner Bali, tetapi juga menginspirasi generasi chef berikutnya untuk menghargai akar budaya mereka sambil terus berinovasi.
Mengenal Restoran YUKI dan Meimei
Didirikan oleh Agung Rai Sutama, YUKI mencerminkan warisan Bali melalui perpaduan antara masakan Jepang klasik dan bahan-bahan lokal, menciptakan pengalaman bersantap yang inovatif dan berkesan.
Menunya menawarkan beragam pilihan, mulai dari plant-based sushi yang kreatif hingga hidangan spesial berbasis kayu bakar dengan cita rasa berani. Berlokasi di Canggu dan Uluwatu, YUKI dapat menampung hingga 120 tamu, sehingga menjadikannya tempat ideal untuk pertemuan santai maupun perayaan istimewa. Restoran ini buka setiap hari pukul 11.00 hingga tengah malam.
Sementara Meimei Southeast Asian Barbeque merupakan bintang baru di kawasan kuliner Canggu yang ramai. Restoran ini menawarkan sentuhan berani pada cita rasa khas Asia Tenggara.
Dapur Meimei dipimpin oleh Chef Eksekutif Yudha Permana, yang menghadirkan hidangan kaya rasa dengan teknik memanggang khasnya. Di sisi lain, Windu Tenaya sebagai Beverage Director merancang program koktail yang diracik dengan cermat untuk melengkapi pengalaman bersantap.
Dengan suasana yang hangat dan dinamis, rasa yang autentik, serta pilihan minuman yang menawan, Meimei menjadi destinasi wajib bagi para pecinta kuliner dan koktail. Restoean ini buka setiap hari pukul 17.00 hingga tengah malam.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.
KUMPULAN ARTIKEL LAINNYA
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta
26 Maret 2026
Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik
17 Maret 2026
The Good Bagel: Kafe Bagel Artisan di Gading Serpong yang Viral
16 Maret 2026
Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng
13 Maret 2026