Mencicipi Es Krim Tropic, Legenda Rasa yang Bertahan di Tengah Jakarta

29 January 2026   |   15:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Mencicipi Es Krim Tropic, Legenda Rasa yang Bertahan di Tengah Jakarta

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Di tengah perubahan wajah Jakarta, sejumlah tempat makan lawas masih setia menjaga eksistensinya. Restoran Tropic, yang hadir sejak era 1950-an, menjadi salah satu saksi sejarah kuliner di kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Akses menuju Restoran Tropic cukup mudah karena lokasinya dekat dengan gerbang Pasar Baru. Namun, pengunjung harus jeli saat berjalan di area tersebut, lantaran keberadaan restoran ini kerap luput dari perhatian karena tidak ada papan nama mencolok.

Di depan restoran, hanya ada stiker putih di kaca bertuliskan “Tropic: Ice Cream Palace”. Saat memasuki Restoran Tropic, nuansa masa lampau yang melekat pada tempat ini langsung terasa. Kesan klasik kian terasa dari detail interior yang nyaris tak banyak berubah sejak berdiri pada 1950-an.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Ikonik Semarang yang Wajib Dicoba Saat Libur Nataru

 

 

 

 

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

 


Dinding dengan panel kayu, cermin besar, serta jendela kaca yang menghadap ke luar menciptakan atmosfer nostalgik. Langit-langitnya rendah dengan kipas angin tua yang masih berfungsi, berpadu dengan lampu-lampu putih yang memberi pencahayaan lembut, seolah membawa pengunjung kembali ke dekade pertengahan abad ke-20.

Restoran Tropic dikenal dengan sajian es krimnya yang legendaris. Tak tanggung-tanggung, tersedia sekitar 16 varian rasa dan jenis. Namun, salah satu yang jadi andalannya adalah menu Banana Splits.

Dalam satu porsi, tersaji tiga scoop es krim dengan varian rasa berbeda, yakni tiramisu, kopi, dan kacang, yang disusun berdampingan di atas piring kaca. Sebagai pelengkap, siraman saus cokelat dan sebatang wafer cokelat turut melengkapi sajian.

Dari sisi visual, hidangan ini tampil sederhana seperti racikan es krim ala restoran lawas. Warna cokelat muda dari masing-masing es krim berpadu dengan kilap saus cokelat, sementara piring kaca bening memberi kesan klasik yang selaras dengan suasana restoran.

Soal rasa, Banana Splits ini menawarkan keseimbangan yang mungkin makin jarang ditemui di banyak tempat lain. Es krim tiramisu terasa ringan dengan sentuhan manis susu, kopi menghadirkan pahit yang halus, sementara kacang memberi rasa gurih yang menutup keseluruhan sensasi.

 

 

 

 

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

 


Tekstur es krimnya tidak terlalu lembut dan masih terasa berbutir halus. Sensasi rasanya cenderung lebih segar serta tidak meninggalkan rasa berat atau lengket di tenggorokan.

Mayti Imelda, pemilik generasi kedua Restoran Tropic, menyebutkan bahwa es krim yang diproduksi di tempatnya tetap setia pada resep warisan lama. Proses pembuatannya masih menggunakan susu segar serta bahan-bahan alami yang selalu diperbarui kualitasnya.

"Secara rasa memang lebih enak dan segar. Namun, memang akan lebih cepat mencair," ungkapnya.

Jika sedang berada di Jakarta, tak ada salahnya untuk berkunjung ke Restoran Tropic. Lebih dari sekadar tempat makan, restoran ini menawarkan pengalaman menelusuri jejak sejarah Jakarta melalui ruang, rasa, dan resep yang bertahan sejak era 1950-an.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Risol Bu Tatu, Dari Usaha Rumahan ke Simbol Solidaritas Warganet

BERIKUTNYA

Coquette n Cream, Perpaduan Cafe dan Fashion Store

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Mencicipi Es Krim Tropic, Legenda Rasa yang Bertahan di Tengah Jakarta

29 January 2026   |   15:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Mencicipi Es Krim Tropic, Legenda Rasa yang Bertahan di Tengah Jakarta

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Di tengah perubahan wajah Jakarta, sejumlah tempat makan lawas masih setia menjaga eksistensinya. Restoran Tropic, yang hadir sejak era 1950-an, menjadi salah satu saksi sejarah kuliner di kawasan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Akses menuju Restoran Tropic cukup mudah karena lokasinya dekat dengan gerbang Pasar Baru. Namun, pengunjung harus jeli saat berjalan di area tersebut, lantaran keberadaan restoran ini kerap luput dari perhatian karena tidak ada papan nama mencolok.

Di depan restoran, hanya ada stiker putih di kaca bertuliskan “Tropic: Ice Cream Palace”. Saat memasuki Restoran Tropic, nuansa masa lampau yang melekat pada tempat ini langsung terasa. Kesan klasik kian terasa dari detail interior yang nyaris tak banyak berubah sejak berdiri pada 1950-an.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Ikonik Semarang yang Wajib Dicoba Saat Libur Nataru

 

 

 

 

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

 


Dinding dengan panel kayu, cermin besar, serta jendela kaca yang menghadap ke luar menciptakan atmosfer nostalgik. Langit-langitnya rendah dengan kipas angin tua yang masih berfungsi, berpadu dengan lampu-lampu putih yang memberi pencahayaan lembut, seolah membawa pengunjung kembali ke dekade pertengahan abad ke-20.

Restoran Tropic dikenal dengan sajian es krimnya yang legendaris. Tak tanggung-tanggung, tersedia sekitar 16 varian rasa dan jenis. Namun, salah satu yang jadi andalannya adalah menu Banana Splits.

Dalam satu porsi, tersaji tiga scoop es krim dengan varian rasa berbeda, yakni tiramisu, kopi, dan kacang, yang disusun berdampingan di atas piring kaca. Sebagai pelengkap, siraman saus cokelat dan sebatang wafer cokelat turut melengkapi sajian.

Dari sisi visual, hidangan ini tampil sederhana seperti racikan es krim ala restoran lawas. Warna cokelat muda dari masing-masing es krim berpadu dengan kilap saus cokelat, sementara piring kaca bening memberi kesan klasik yang selaras dengan suasana restoran.

Soal rasa, Banana Splits ini menawarkan keseimbangan yang mungkin makin jarang ditemui di banyak tempat lain. Es krim tiramisu terasa ringan dengan sentuhan manis susu, kopi menghadirkan pahit yang halus, sementara kacang memberi rasa gurih yang menutup keseluruhan sensasi.

 

 

 

 

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

“Tropic: Ice Cream Palace” (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

 


Tekstur es krimnya tidak terlalu lembut dan masih terasa berbutir halus. Sensasi rasanya cenderung lebih segar serta tidak meninggalkan rasa berat atau lengket di tenggorokan.

Mayti Imelda, pemilik generasi kedua Restoran Tropic, menyebutkan bahwa es krim yang diproduksi di tempatnya tetap setia pada resep warisan lama. Proses pembuatannya masih menggunakan susu segar serta bahan-bahan alami yang selalu diperbarui kualitasnya.

"Secara rasa memang lebih enak dan segar. Namun, memang akan lebih cepat mencair," ungkapnya.

Jika sedang berada di Jakarta, tak ada salahnya untuk berkunjung ke Restoran Tropic. Lebih dari sekadar tempat makan, restoran ini menawarkan pengalaman menelusuri jejak sejarah Jakarta melalui ruang, rasa, dan resep yang bertahan sejak era 1950-an.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Risol Bu Tatu, Dari Usaha Rumahan ke Simbol Solidaritas Warganet

BERIKUTNYA

Coquette n Cream, Perpaduan Cafe dan Fashion Store

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.